Senin, 04 November 2013

E-Goverment


E-GOVERMENT
PENGERTIAN  E-GOVERMENT
Pengertian E-Government atau definisi E-Government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.proses pemanfaatan teknologi informasisebagai alat untuk membantu menjalankan.sistem pemerintahan secara lebih efisienE-gov tidak mengganti cara pemerintahberkomunikasi dengan masyarakat.Pos-pos pelayanan tetap ada dan dijalankan(Kunjungan langsung/Surat/Telepon dari masyarakat). E-gov memanfaatkan TIK untuk meningkatkankualitas layanan kepada masyarakat dan pihaklain → Good Governance
            E-Government merupakan kependekan dari elektronik pemerintah. E-Governtment biasa dikenal e-gov, pemerintah digital, online pemerintah atau pemerintah transformasi.
E-Government adalah Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu penataan system manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Atau E-Goverment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis.
PENGERTIAN  E-GOVERMENT DI SETIAP NEGARA
Definisi E-Government disetiap daerah/negara dan komunitas bisa beragam
menurut pandangan masing masing
·         E-Government adalah sebuah cara bagi pemerintahaan untuk menggunakan
sebuah teknologi baru untuk melayani masyarakat dengan memberikan
kemudahaan akses untuk pemerintah dalam hal pelayanan dan informasi dan
juga untuk menambah kualitas pelayanan serta memberikan peluang untuk
berpartisipasi dalam proses dan institusi demokrasi (New Zealand)
·         E-Government mengacu kepada penyampaian informasi dan pelayanan online
pemerintahan melalui internet atau media digital lainnya (U.S)
·         Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communica-ion
Technology -ICT) yang modern pada pengadministrasian negara, melalui
berbagai aplikasi (Italy)
·         Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk mempromosikan
pemerintahan yang lebih effisien dan penekanan biaya yang efektif, kemudahan
fasilitas layanan pemerintah serta memberikan akses informasi terhadap
masyarakat umum, dan membuat pemerintahan (ADB)
TUJUAN  E-GOVERMENT
·         Tujuan utama E-Gov: peningkatan efisiensi,kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baikdari pelayanan publik
Model E-Gov
ü  Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C),
Adalah penyampaian layanan publik dan informasi satu arah oleh pemerintah ke masyarakat, Memungkinkan pertukaran informasi dan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah,
contohnya G2C : Pajak online, mencari Pekerjaan, Layanan Jaminan sosial, Dokumen pribadi (Kelahiran dan Akte perkawinan, Aplikasi Paspor, Lisensi Pengarah), Layanan imigrasi,Layanan kesehatan, Beasiswa, penanggulangan bencana.
ü  Government-to-Business (G2B)
Adalah transaksi-transaksi elektronik dimana pemerintah menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan bagi kalangan bisnis untuk bertransaksi dengan pemerintah.Mengarah kepada pemasaran produk dan jasa ke pemerintah untuk membantu pemerintah menjadi lebih efisien melalui peningkatan proses bisnis dan manajemen data elektronik. Aplikasi yang memfasilitasi interaksi G2B maupun B2G adalah Sistem e-procurement.
Contoh : Pajak perseroan, Peluang Bisnis, Pendaftaran perusahaan, peraturan pemerintah (Hukum Bisnis), Pelelangan dan penjualan yang dilaksanakan oleh pemerintah, hak paten merk dagang, dll
ü  Government-to-Government (G2G)
Adalah Memungkinkan komunikasi dan pertukaran informasi online antar departemen atau lembaga pemerintahan melalui basisdata terintegrasi.
Contoh : Konsultasi secara online,blogging untuk kalangan legislative, pendidikan secara online, pelayanan kepada masyarakat secara terpadu.





PRESEPSI  KELIRU  E-GOVERMENT
Ø  E-Gov sering hanya di pandang dari sisiTeknologi dan Manajemen di Pemerintahan
Ø  E-Gov menjadi Proyek “Gagah-gagahan”
Ø  E-Gov menjadi ajang “Jualan” para“Pedagang” Teknologi Informasi baikHardware maupun Software (Jasa)
Ø  Beranggapan E-Gov cukup dengan membuatwebsite-website (web presence) tanpa adaoptimalisasi dan peningkatan pelayanan.

CIRI  E-GOVERMENT BERJALAN DENGAN BAIK
·         Masyarakat bebas memilih kapan dan darimana yang bersangkutan ingin
berhubungan dengan pemerintahnya untuk melakukan berbagai transaksi atau
mekanisme interaksi yang diperlukan selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu
(non-stop);
·         Saat pemerintah menjalankan pelayanan, masyarakat dan stakeholder dapat dan
boleh memilih berbagai kanal akses (multiple channels), baik yang sifatnya
tradisional/konvensional maupun yang paling modern, baik yang disediakan oleh
pemerintah maupun kerja sama antara pemerintah dengan sektor swasta atau
institusi non komersial lainnya
·         Pemerintah berperan sebagai koordinator utama yang memungkinkan berbagai
hal yang diinginkan masyarakat terwujud, artinya yang pemerintah akan membuat
sebuah suasana yang kondusif agar tercipta sebuah lingkungan penyelenggaraan
pemerintahan seperti yang dicita-citakan rakyatnya tersebut.

FASE  PENGEMBANGAN E-GOVERMENT
·         Fase I Persiapan
Pembuatan Website (Web presence) sebagai media Informasi dankeperluan internal lembaga
·         Fase II Pematangan
Adanya Interaksi dengan Masyarakat dan Stakeholder melalui mediaTIK (Email, Forum, SMS, Milis)
·         Fase III Pemantapan
Adanya Transaksi melalui pelayanan kepada masyarakat dengan sistemOnline
·         Fase IV Pemanfaatan (Transformasi)
Pemanfaatan aplikasi Government to Government (G2G), Governmentto Business (G2B), Government to Consumers (G2C)











Ranking E-Gov ASEAN menurut PBB

Peringkat E-Gov Indonesia
Berdasarkan World E-Government Development Ranking,peringkat Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2004sampai dengan tahun 2010 yakni peringkat ke 85 (2004), 96
(2005), 106 (2008) dan peringkat ke 109 (2010)
Padahal peluang sangat besar ditunjukkan :
–>Berdasarkan Depkominfo, di tahun 2010 jumlah pengguna internet di
Indonesia sudah mencapai 45 juta orang (Suryadhi, 2010)
–>Berdasarkan Boston Consulting Group, jumlah pengguna internet di
Indonesia pada tahun 2015 akan mencapai 1,2 miliar orang
(Hindarto, 2010)




PENGARUH  E-GOVERMENT DALAM BISNIS

Di sejumlah negara maju, sistem online atau e-govermentsudah menjadi bagian penting dalammemberikan kemudahan berbisnis.
·         Singapura dan Hong Kong menerapkan layanan satuatap untuk berbisnis melalui perizinan yang efisien secaraonline, bahkan sudah dijalankan sejak 2008.
·         Denmark baru saja memperkenalkan pendaftarankepemilikan tanah secara online.
·         Jerman dan Singapura merupakan negara yang palingcepat dalam memproses perizinan bagi usaha kecil.Bahkan, proses perizinan untuk memulai bisnis diSingapura cukup 3 hari saja.


PERINGKAT 10 NEGARA PALING MUDAH BERBISNIS
1. Singapura
2. Hong Kong
3. Selandia Baru
4. Inggris
5. Amerika Serikat
6. Denmark
7. Kanada
8. Norwegia
9. Irlandia
10. Australia
Study: E-Gov diNetherlands(Belanda)

Berdasarkan World E-Government Development Ranking,peringkat Netherlands berada pada posisi nomor lima (5) duniadan nomor wahid (1) Eropa Barat (Unpan, 2010). Saat ini disebuttertinggi pertumbuhannya di dunia.
Diperkuat Manifest of Open Governments yang di tandatanganipada 29 Desember 2006 oleh 8 Pemerintah Kota di Belanda.Manifesto tersebut menegaskan bahwa sistem teknologi informasidan pengadaannya di lingkungan pemerintahan harusberdasarkan pada semangat open source dan open standard.

KEUNTUNGAN E-GOVERMENT BAGI RAKYAT
1.      Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasidapat disediakan 24 jam, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor . Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
2. Peningkatan hubungan antara pemeritah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan [transparansi ] maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.
3. Pemberdayaan msyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah; jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilih sekolah yang pas untuk anaknya.
4.Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien . Sebagai contoh, koordinasi     pemerintahan dapat dilakukan melaluji e-mail atau bahkan vidio confernce.
5. Tenologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar.
6. e-government juga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.

7.  Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang   dibuaat oleh pemerintah sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerinta8.  Selain tampilan dan paduan warna yang menarik, informasi-infromasi yang disajikan sangatlah lengkap dan up to date.
8.  Terdapatnya informasi transportasi, informasi valuta asing, serta info tentang tinggi muka air.
9.  Website ini mencakup banyak aspek seperti hukum, agama, sosial dan budaya, bisnis dan kawasan bisnisnya, pendidikan, dan sebagainya.
10. Semua terbuka untuk pemerintah dan masyarakat.

KERUGIAN  E-GOVERMENT BAGI RAKYAT
1.  Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government. Misalnya kasus pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang cracker.
2. Kurangnya interaksi atau komunikasi antara admin (pemerintah) dengan masyarakat, karena e- government dibuat untuk saling berinteraksi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak lain yang berkepentingan.
3. Kelemahan utama tentang e-government adalah kurangnya kesetaraan dalam akses publik untuk keandalan, internet informasi di web, dan agenda tersembunyi dari kelompok pemerintah yang dapat mempengaruhi dan bias opini publik.
4.  Pelayanan yang diberikan situs pemerintah belum ditunjang oleh system manajemen dan proses kerja yang efektif karena kesiapan peraturan,prosedur dan keterbataasan SDM sangat membatasi penetrasi komputerisasi k dalam system pemerintahan
5.  Belum mapannya strategi serta tidak memaadainya anggaran yang dialokasikan untuk pengembanngan e-government
6.  Inisiatif merupakan upaya instansi secara sendiri-sendiri, dengan demikian sejumlah faktor seperti standardisasi, keamanan informasi, otentikasi, dan berbagai alikasi dasar yang memungkinkkan interoperabilitas antar situs secara andal, aman, dan terpercaya kurang mendapat perhatian
7.  Kesenjangan kemampuan masyarakat untuk mengakses jaringan internet

MANFAAT E-GOVERMENT
Tanpa mengecilkan arti dari beragam contoh definisi yang telah dipaparkan sebelumnya, setidak-tidaknya ada tiga kesamaan karakteristik dari setiap definisi e-Government, yaitu masing-masing adalah:
• Merupakan suatu mekanisme interaksi baru (moderen) antara pemerintah dengan masyarakat dan kalangan lain yang berkepentingan (stakeholder); dimana
• Melibatkan penggunaan teknologi informasi (terutama internet); dengan tujuan
• Memperbaiki mutu (kualitas) pelayanan yang selama berjalan.
Secara jelas dua negara besar yang terdepan dalam mengimplementasikan konsep e-Government, yaitu Amerika dan Inggris melalui Al Gore dan Tony Blair, telah secara jelas dan terperinci menggambarkan manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya konsepe-Governmnet bagi suatu negara, antara lain:
• Memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada para stakeholder-nya (masyarakat, kalangan bisnis, dan industri) terutama dalam hal kinerja efektivitas dan efisiensi di berbagai bidang kehidupan bernegara.
• Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan konsep Good Corporate Governance.
• Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi yang dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan aktivitas sehari-hari.
• Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang berkepentingan.
• Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat dan tepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan berbagai perubahan global dan trend yang ada.
• Memberdayakan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra pemerintah dalam proses pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis.
Dengan kata lain, negara-negara maju memandang bahwa implementasi e-Governmentyang tepat akan secara signifikan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat di suatu negara secara khusus, dan masyarakat dunia secara umum. Oleh karena itu, implementasinya di suatu negara selain tidak dapat ditunda-tunda, harus pula dilaksanakan secara serius, dibawah suatu kepemimpinan dan kerangka pengembangan yang holistik, yang pada akhirnya akan memberikan/ mendatangkan keunggulan kompe



Tidak ada komentar:

Posting Komentar