MAKALAH
KEBUDAYAAN KOREA
(
Pakaian )
Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Multikultural
Dibimbing
Oleh : Liastuti Ustianingsih ,SS

Oleh :
•
Frisca
Rimadyah (130404020188)
•
Wirintanthi
Ha’inna Makhunti (130404020182)
•
Andri
Suliana (130404020190)
•
David
Isbiantoro (130404020154)
•
Moh.Muhlis (130404020180)
UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG
FAKULTAS EKONOMI PRODI AKUNTANSI
Oktober,2013
KATA PENGANTAR
Dengan Mengucap Puji Syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat, taufik dan
hidayah-Nya kepada kami semua, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah
Laporan Penelitian Tentang “ Kebudayaan Korea” dengan tepat waktu.
Dalam makalah ini membahas tentang
budaya masyarakat korea dalam hal berpakaian. Dengan semakin berkembangnya
zaman dan teknologi masa kini membuat para masyarakat sedikit melupakan budaya
tradisional yang telah lahir dari sekian tahun lamanya dan beralih dengan
budaya modern. Cara mereka yang berpakaian layaknya seperti dikerajaan dengan
berpakaian hanbox sekarang mulai jarang dijumpai. Para masyarakat lebh suka
memakai dres atau baju-baju modren daripada memakai pakaian hanbox.
Sehubungan dengan hal tersebut
dengan menyusun makalah ini kami bertujuan
memberikan masukan dan penjelasan bahwa kebudayaan tradisional / adat
itu penting untuk dikembangkan dan ditanamkan sejak dini.
Akhir kata, kami sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah
inin dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhloi
segala usaha kami. Amin
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
•
Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
•
Rumusan Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . .
BAB II PEMBAHASAN
•
Sejarah Terbentuknya Negara Korea. . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . .
•
Budaya Apa Saja Yang Ada Di Negara Korea . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . .
•
Budaya Pakaian Adabt Negara Korea . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . .
•
Bagian dari Pakaian adabt Negara Korea . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . .
•
Perubahan Pakaian Adabt Korea Menjadi Korea Modern . . . . .
. . . . . .
BAB III PENUTUP
•
Kesimpulan . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
BAB I
PENDAHULUAN
•
Latar Belakang
Korea atau
sewaktu bersatunya dikenal sebagai Choson, negeri yang dijuluki
Land Of
Morning Calm memiliki kebudayaan yang tak ternilai harganya. Sebut saja
contohnya adalah Kuil Bulguksa, Observatorium tertua di dunia-Ch’omsongdae,
hingga Tugu Ssanggyong.
Itu
baru kebudayaan berwujud fisik belum lagi kebudayaan yang bersifat imaterial
atau dengan kata lain kebudayaan ideal. Karena memang kebudayaan tidak hanya
yang kelihatan wujudnya tapi juga, ada yang wujudnya tidak terlihat secara
kasat mata namun sebenarnya ada, inilah yang disebut kebudayaan ideal atau
kebudayaan gagasan. Kebudayaan ideal Korea, sebenarnya kebanyakan hanya
kebudayaan ideal turunan. Berbagai macam kebudayaan diantaranya yaitu dalam hal
makanan,agama,bahasa dan pakaian.
Kebudayaan
yang mengalami perubahan yang menonjol adalah kebudayaan dari segi pakaian. Sejak
awal adanya sistem kerajaan kebudayaan dalam berpakaian adabt diterapkan dengan
sangat baik dan kental. Semua masyarakat berpakaian hanbox yang menjadi pakaian
adabt bangsa korea. Sekarang sedikit demi sedikit kebudayaan dalam berpakaian
hanbox mulai menghilang karna dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan
perkembangan teknologi yang sangat pesat. Kebudayaan berpakaian modern menjadi
salah satu budaya yang diterapkan pada saat ini.
• Rumusan
Masalah
Kebudayaan-kebudayaan
yang ada di bagian pendahuluan, nampaknya adalah pondasi-pondasi bagi
kebudayaan Korea sekarang. Mungkin dapat dikatakan semua kebudayaan AdabtNegara
korea mulai tergeser karena adanya kebudayaan berpakaian modern. Karena ingin
memastikan bahwa kebudayaan Adabt mulai hilang karna pengaruh kebudayaan
modern. Maka, penulis membuat makalah ini yang berjudul “Kebudayaan Adabt
Negara Korea Menjadi Kebudayaan Korea Modern”
1)
Bagaimana sejarah terbentuknya Negara korea ?
2) Budaya apa
saja yang ada di negara korea ?
3) Bagaimana budaya pakaian Adabt Korea ?
4) Apa saja bagian-bagian dari baju Adabt Korea
?
5) Bagaimana perubahan pakaian Adabt Korea
Menjadi Modern Korea ?
BAB
II
PEMBAHASAN
• Sejarah
Terbentuknya Negara Korea
Nama
asli Negara korea adalah Taehan Min’Guk dengan luas wilayah 98.400 km² dan
jumlah penduduk sebanyak 48.289.037 jiwa. Bentuk Negara republic dengan kepala
Negara Presiden, kepala pemerintahan perdana menteri, dan system pemerintahan
presidensial terpusat. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul, dengan bahasa
nasional Korea dan mata uang Korsel adalah Won. Kebanyakan penduduk Korea
beragama Kristen, Buddha, dan Chongogyoisme. Lagu kebangsaan Korea Selatan
adalah Aegukga.
Sejarah awal Korea berkisar di sekitar kerajaan kuno Choson yang muncul sekitar
2.300 tahun sebelum Masehi. Pada sekitar abad ke-2 sebelum Masehi, bangsa Cina
mendirikan koloni di daerah kerajaan tersebut. Namun, lima abad kemudian,
bangsa Korea mengusir mereka keluar. Sejak itu, muncul sebuah kerajaan, yaitu
kerajaan Silla. Kerajaan Silla (668 – 935) membawa puncak ilmu pengetahuan dan
budaya yang besar. Akibat adanya kerusuhan yang terjadi di dalam negeri pada
abad ke 10, dinasti Silla jatuh dan digantikan oleh dinasti Koryo. Selama
periode kepemimpinan dinasti Koryo (935 – 1392), Korea mengalami banyak
serbuan. Tentara Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan menyerbu dan akhirnya
menguasai Korea sehingga Korea menjadi bagian kekaisaran Mongol.
Setelah runtuhnya Mongol pada akhir
abad ke-14, berbagai golongan bangsawan dan militer berusaha memegang kekuasaan
di Korea . Akhirnya, seorang jenderal yang bernama Yi Sung-Gy menghilangkan
pemerintahan yang korup dan mendirikan dinasti Yi (1392 – 1910). Kongfucuisme
diperkenalkan sebagai agama resmi. Reformasi politik dan social dimulai. Ibu
kota negara dipindahkan dari Kaesong ke Seoul . Namun, Korea masih tetap
terancam oleh Cina dan Jepang. Kedua negara tersebut ingin menguasai Korea
untuk memperluas wilayah mereka. Setelah serangan yang gagal dari kepang pada
tahun 1592 – 1598, Korea jatuh di bawah kekuasaan Manchu dari utara. Beberapa
abad berikutnya, Korea menutup diri dari pergaulan dunia menjadi negara
pertapa. Pada tahun 1800-an, Rusia, Jepang, dan Cina bersaing untuk menguasai
Korea . Setelah perang Rusia – Jepang pada tahun 1904 – 1905, Jepang bergerak
ke semenanjung Korea dan mendudukinya pada tahun 1910. Pada tahun 1919,
penduduk Korea mengadakan demonstrasi secara damai karena menginginkan
kemerdekaan. Akan tetapi, polisi Jepang membubarkannya, malah ada yang dibunuh
dalam aksi tersebut.
Pada tahun 1945, di akhir perang
dunia II, tentara Uni Soviet menduduki bagian utara Korea sedangkan tentara
Amerika di bagian selatan. Setelah membuat suatu perjanjian, Korea dibagi
sejajar dengan garis lintang 38˚. Pada bagian selatan berdirilah Republik Korea
, sedangkan di daerah utara didirikan Republik Demokratik Rakyat Komunis. Pada
tanggal 25 Juni 1950, tentara Korea Utara menyerang Korea Selatan dalam upaya
menyatukan Korea dibawah kekuasaan komunis. Korea Utara yang memakai
persenjataan yang disediakan oleh Uni Soviet menang atas Korea Selatan. Akan
tetapi, atas bantuan PBB, Korea Selatan diselamatkan atas kekalahan dan
pertempuran pun diakhiri dengan gencatan senjata pada bulan Juli 1953. Sejak
saat itu, berbagai perundingan yang dilakukan untuk menyatukan Korea selalu
gagal.
• Budaya
Yang Ada Di Negara Korea
•
Budaya
Perkawinan
Kebudayaan garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas
sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarga
dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau
diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk
memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita adalah untuk mengasuh anak dan
menjaga rumah.
Budaya
perkawinan Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, jika suami mereka
mati muda, tidak dizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk
melayani orang tua dari suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda
yang harus melayani orang tua dari istrinya walaupun istrinya tersebut mati
muda.
•
Budaya
dalam hal keturunan
Dalam budaya Korea , keturunan atau
anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan. Oleh karena
itu, setiap keluarga disarankan untuk memiliki paling tidak seorang keturunan.
Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang
bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat secara adapt, yaitu
hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya,
seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang
memberikan sarana untuk aborsi), dan lain-lain. Akan tetapi, secara hukum,
tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman mati biasanya hanya dilaksanakan di
daerah pedalaman Korea di mana adat masih berpengaruh secara kuat.
•
Budaya
Makanan
Dalam budaya Korea , ada satu makanan khas yang memiliki
suatu arti yang tidak dimiliki oleh makanan lainnya. Makanan ini
disebut kimchi. Di setiap session makanan, ketidakberadaan kimchi akan
memberikan kesan tidak lengkap. Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya
merupakan sayuran yang rendah kalori dengan kadar serat yang tinggi (misalnya
bawang, kacang panjang, selada, dan lain-lain) yang dimasak sedemikian rupa
dengan bumbu dan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang unik dan
biasanya pedas.
• Budaya
Pakaian Adabt “Hanbox”
Hanbok (Korea
Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea
Utara) adalah pakaian tradisional masyarakat Korea. Hanbok pada umumnya
memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki
saku. Walaupun secara harfiah berarti "pakaian orang Korea", hanbok pada saat ini mengacu pada
"pakaian gaya Dinasti Joseon" yang biasa dipakai secara formal atau
semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional.
Hwalot, pakaian
pengantin
Hanbok
digunakan diklasifikasikan berdasarkan peristiwanya: pakaian sehari-hari,
termasuk untuk hari ulang tahun pertama anak.


Hanbok
modern
Hanbok
modern untuk anak-anak terbagi atas 2 atau 3 bagian dan bisa dipakai dengan
mudah. Hanbok anak-anak dipakai biasanya satu atau dua kali setahun dalam
perayaan chuseok atau tahun baru imlek (seolall). Pada ulangtahun
pertamanya (dolljanchi) anak-anak
memakai hanbok pertama merekla.


Pola tradisional hanbok memiliki
kombinasi garis anggun dan warna yang menampilkan keindahan dari hanbok
tersebut. Bentuk pola hewan, tumbuhan, dan pola alam lainnya ditambahkan pada
pinggiran rok, maupun pada bagian luar dari kerah disekitar bahu.
•
Bagian – Bagian Dari Pakaian Adabt Hanbox
Jeogori yang dipakai wanita dan pria sedikit berbeda bentuknya.
Jeogori yang dipakai pria lebih besar dan panjangnya menutupi bagian tubuh atas
sampai ke pinggang. Sedangkan Jeogori yang dipakai wanita hanya sampai bawah
dada.
Garis kerah Jeogori yang berbentuk V
itu disebut Dongjeong yang kemudian
diikat dengan pita pengikat yang disebut Goreum.
Jaman dulu Goreum tidak terlalu banyak detil hiasannya, tapi kalau kamu lihat
Hanbok modern di Korea sekarang ini, ada begitu banyak varian warna dan bentuk
Goreum yang fashionable.
Rok yang
menggembung di Hanbok wanita disebut Chima.
Nah Chima ini bentuknya panjang dan mengembang menutupi sebagian besar tubuh
sang pemakai. Tujuannya selain untuk mengatur penampilan agar terlihat sopan,
juga untuk memudahkan gerak agar lebih leluasa.


Baji adalah celana yang dipakai pria Korea dan diikat dengan
pengikat bernama Daenim. Di masa kuno, orang Korea baik pria maupun wanita
menggunakan Baji, khusus wanita tentunya tergantung kegiatan mereka. Dulu
ukuran Baji dijadikan sebagai identitas status sosial.
Baerae adalah garis terbawah dari lengan jeogori atau magoja
(jaket luar). Dengan bentuk garis melingkar yang membentuk kurva, seripa dengan
garis yang terdapat pada bagian atap rumah tradisional Korea.
Beoseon adalah sepasang kaos kaki. Bentuk dari beoseon sebenarnya
tidak merefleksikan perbedaan gender penggunanya, baik pria maupun wanita.
Hanya saja beoseon pria memiliki pelipit lurus.
Dulu baik
pria maupun wanita memelihara rambut mereka menjadi panjang. Pada saat mereka
menikah, mereka mengkonde rambutnya. Pria mengkonde (mengikat) rambutnya sampai
atas kepala (sangtu), sedangkan wanita mengkonde sampai batas di belakang
kepala atau di atas leher belakang.


Aksesoris untuk kepala
Baik pria maupun wanita memelihara rambut mereka menjadi
panjang. Pada saat mereka menikah, mereka mengkonde rambutnya. Pria mengkonde
(mengikat) rambutnya sampai atas kepala (sangtu),
sedangkan wanita mengkonde sampai batas di belakang kepala atau di atas leher
belakang. Wanita yang berprofesi sebagai penghibur seperti kisaeng, memakai
aksesori wig yang disebut gache.
Gache sempat dilarang di istana pada abad ke-18. Pada akhir abad ke-19, gache
semakin populer di antara kaum wanita dengan bentuk yang semakin besar dan
berat.
Tusuk
konde binyeo, ditusukkan melewati
konde rambut sebagai pengencang atau aksesori. Bahan pembuatan binyeo
bervariasi sesuai kedudukan sosial pemakainya. Wnita juga mengenakan jokduri
pada hari pernikahan mereka dan memakai ayam untuk melindungi tubuh dari cuaca
dingin.


Pria
menggunakan gat, topi yang dianyam
dari rambut kuda, yang juga bervariasi model dan bentuknya sesuai status atau
kelas.


PENUTUP
Kebudayaan adabt korea sekarang ini
mulai pudar karena adanya perubahan teknologi yang semakin canggih. sehingga
banyak orang yang meninggalkan kebudayaan adbat itu sendiri. salah satunya
adalah kebudayaan dalam hal berpakaian, cara berpaikan hanbox saat ini mulai
jarang dijumpai. masyarakat lebih memilih menggunakan pakaian modern daripada
pakaian hanbox. tetapi masih ada juga yang menggunakan pakaian hanbox dalam
suatu masyarakat tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar